Sosialisasi Optimalisasi Keamanan Informasi

Kamis, 20 April 2017

Hari Susanto

Informasi

Dibaca: 431 kali

Gunungkidul – Bertempat di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, diselenggarakan “Sosialiasi Optimalisasi Keamanan Informasi Bagi OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul” yang merupakan kerja sama antara Dinas Kominfo Kabupaten Gunungkidul dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)  pada hari Kamis (20/04).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, pejabat struktural maupun staf perwakilan dari semua OPD di Kabupaten Gunungkidul.

sosialisasi Keamanan Informasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Ir. Purnamajaya, MUM sekaligus Ketua Pelaksana melaporkan bahwa kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang demikian pesat selain memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, juga membuka celah kerawanan atau kebocoran informasi. Untuk itu informasi yang bernilai strategis perlu dilakukan pengamanan khusus dan menyadari segala potensi kerawanan (awareness) dalam transaksi sistem informasi, keamanan perangkat jaringan komunikasi dan data serta sarana komunikasi lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran terhadap keamanan informasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan awalnya ditujukan untuk Kepala Organasi Perangkat Daerah, namun beberapa diwakilkan pejabat struktural  dan staf. “Harapannya nanti akan disampaikan kepada Kepala OPD masing-masing”, imbuh Purnamajaya.

Acara  ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Immawan Wahyudi, MH, dalam kesempatan ini menyampaikan sambutan Bupati Gunungkidul bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyambut baik terselenggaranya sosialisasi ini. Oleh karena itu, selain dapat meningkatkan kesadaran tentang keamanan informasi, kami berharap akan terjalin komunikasi yang baik antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dengan Pemkab Gunungkidul. Dalam pembukaannya mengatakan kemajuaan TIK yang pesat memberikan banyak dampak positif, dan dampak negatif. Untuk itu perlu memilah-milah informasi yang kita dapatkan, dan perlu melakukan pengamanan informasi, sebab pengamanan informasi menjadi kebutuhan yang sangat vital khususnya di lingkungan pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Narasumber dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Buana Jaya, M.Kom, menyampaikan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang terintegrasi melalui jaringan dan komunikasi data menyebabkan banyak data dan informasi terdistribusi, kondisi inilah  yang menjadi rentan terhadap akses bagi pihak yang tidak memiliki otoritas. Untuk itu perlu suatu mekanisme dalam mengamankan informasi, baik yang disimpan maupun yang ditranmisikan dalam berbagai aplikasi seperti sistem komputer, database, jaringan komputer data, sistem telekomunikasi. Semua itu membutuhkan pengamanan agar tidak bocor keluar segala bentuk yang bersifat rahasia.

Buana Jaya, Kasubdit Pengamanan Teknik Sandi mempraktekkan rawannya sarana komunikasi saat ini yang dianggap murah, cepat dan aman yaitu Whatsapp. Dalam kesempatan itu ada Volunter dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Bapak Ali Ridlo meminjamkan hp kepada narasumber, dalam hitungan tidak sampai 10 detik, semua data whatsapp sudah bisa tercopy di smartphone milik narasumber. Selain itu juga dipraktekkan menyadap semua isi yang ada di smartphone dengan Mobile tracker yang dipasang di HP target, sekalipun HP itu jadul yang notabene antisadap juga tidak menjamin keamanan. Untuk itu Buana Jaya berpesan bahwa kita semua wajib aware dengan keamanan informasi ini, banyak sekali teknologi baru seperti social engineering, salah satunya Phising.

Dicontohkan juga begitu cepatnya mendapatkan password LP2P, facebook dan lain-lain dalam hitungan detik melalui website palsu yang sengaja dibuat sama persis dengan aslinya. Yang perlu diperhatikan adalah alamat situsnya, hal ini yang perlu menjadi perhatian. Karena domain di internet tidak boleh sama, makanya mulai sekarang teliti sebelum mengklik sesuatu yang ada di Internet. Itulah fungsi awareness security yang diharapkan dari acara ini, Kasubdit Pengamanan Teknik Sandi menambahkan bahwa ancaman itu nyata, dekat dengan kita. Ibaratnya ketika kita membangun infrastruktur jalan tol, tentunya dibuat policy (aturan), rambu-rambu supaya kita tidak melanggar, tetapi ancaman kecelakaan itu tetap ada. Untuk itu perlu hati-hati, dan waspada terhadap ancaman teknologi saat ini, tidak mudah memberikan password kepada situs/link yang tidak dikenal.

Untuk materi bisa di download di sini. *har

Berita Terkait

    Komentar via Facebook

    Kembali ke atas

    Pencarian



    semua agenda

    Agenda

    semua download

    Download

    Statistik

    002217

    Pengunjung Hari ini : 35
    Total pengunjung : 2217
    Hits hari ini : 92
    Total Hits : 179046
    Pengunjung Online : 2

    Jajak Pendapat

    Bagaimanakah tampilan website Kominfo?
    Sangat Puas
    Puas
    Cukup Puas
    Kurang Puas

    Lihat