Gunungkidul Paparkan Smart Village pada Forum Kominfo Jateng-DIY di Semarang

Jumat, 13 Juli 2018

Suradiyana

Informasi

Dibaca: 229 kali

Wonosari - Percepatan pemasangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu cara pemerintah meningkatkan daya saing daerah, selain membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Infrastruktur infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi ini tidak hanya berfungsi untuk mempercepat pelayanan publik, tapi juga meningkatkan daya saing masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merupakan dua diantara pemerintah daerah yang konsen tentang hal ini. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menjalankan program Smart Kampung, dengan pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis serat optik, peningkatan kualitas pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan dan upaya pengentasan kemiskinan. Gunungkidul pun saat ini telah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi berbasis serat optik untuk meningkatkan kualitas pelayanan diberbagai sektor.

PT. Indonesia Comnets Plus, Kamis, (12/07/2018) di All Stay Hotel Semarang Jalan Veteran No. 51-53, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang menggelar acara Sharing Session Pengembangan Infrastruktur TIK Desa - Smart Village. Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjadi narasumber dalam acara yang dihadiri oleh Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah-DIY.

Kelik Yuniantoro, S.Sos, MM Kepala Bidang Layanan Informatika, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul memaparkan Success Story Pengembangan Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Kabupaten Gunungkidul.

Dalam paparannya disampaikan bahwa pada tahun 2010 hingga tahun 2016 interkoneksi antar jaringan OPD dan jaringan kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul masih mengandalkan teknologi wireless, integrasi data belum terwujud dan belum adanya regulasi terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi. Dikemukakan pula bahwa saat ini Kabupaten Gunungkidul telah membangunan Jalur Fiber Optik 29 OPD  dan aktifasi Fiber Optik 18 Kecamatan, membangun realtime monitoring pelayanan publik yang langsung dapat dipantau oleh pimpinan melalui web apps dan mobile apps, menyediakan layanan teleconference, mengintegrasikan Sistem Perencanaan ( E-Plan , E-Buggeting, Evaluasi Perencanaan ), mengintegrasikan Sistem Informasi Pengendalian Pengendalian Pembangunan (SIPP) dengan dengan e-Budgetting ( SIPKD), mengintegrasikan Data Kependudukan & Data Pokok Pendidikan ( SIAK & DAPODIK ), mengintegrasikan Data Pajak Daerah dengan  Bank ( BPD, BNI , BRI syariah ) dan Kantor Pos. Selain itu, Regulasi dan Rencana Induk teknologi informasi dan komunikasi Kabupaten Gunungkidul pun telah tersusun.

Kedepan Smart village akan menjadikan pemerintah dan masyarakat desa memiliki kontribusi yang sangat tinggi dalam memajukan desanya. Untuk mewujudkan Smart village yang merupakan bagian dari Gunungkidul smart city yang sebagai titik tujuannya, perlu dukungan dan sinergitas seluruh pihak.<didik*>

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas