Menteri Kominfo Bakti Sosial dan Safari Ramadhan di Ponpes Al Mumtaz Gunungkidul

Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Drs. Rudiantara, S.Stat., MBA., melaksanakan Bakti Sosial dan Safari Ramadhan 2018 di Pondok Pesantren Al Mumtaz di Padukuhan Kerjan, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Senin, (21/05).

Bakti sosial kali ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan 10 unit hand phone, 50 perlengkapan shalat, 50 paket sembako, 50 Al Quran, serta buku literasi digital. Selain beberapa bantuan tersebut juga dilaksanakan kegiatan chek up dan pengobatan gratis, dengan tenaga medis 1 dokter Umum dan 1 dokter Gigi, 4 perawat.

Acara bakti sosial ini dihadiri Wakil Bupati, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Plt. Kepala Balai Monitoring Kelas I, Sugiran, Kepala Dinas Kominfo DIY, Ir. Rony Primanto Hari, M.T., Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, Ir. Purnamajaya, M.U.M., Camat Patuk, R. Haryo Ambar Suwardi dan unsur Forkopimca.

Dihadapan menteri dan tamu undangan, KH. Khoiron Marzuki selaku pimpinan pondok, melaporkan bahwa Pondok Pesantren Al Mumtaz berdiri th 2012, dan tepat pada bulan April yang lalu ulang tahunnya ke 6, jumlah santri sebanyak 400, dengan lembaga pendidikan mulai tingkat RA, Madrasah, MTS, dan MA.

Lebih lanjut dikatakan bahwasnnya pesantren memliki andil besar dalam pendirian negara, maka pondok pesantren memiliki tanggung jawab dalam menjaga NKRI, oleh karena itu pemupukan dengan wawasan kebangsaan selalu di tanamkan, dan al mumtaz adalah salah satu pondok pesantren yang tidak mendukung tindakan teroris.

 

Sebagai anak bangsa kita wajib mengisi kemerdekaan dengan tindakan-tindkan positif dan untuk mempersiapkan diri setelah selesai menempuh pendidikan di Al Mumtas, kami adalah lembaga pendidikan islami boarding school berbasis enterpreneur dengan harapan dan tujuan santriwan santriwati mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan tidak menjadi beban pemerintah. “saat ini kami juga akan menerapkan pembelajaran berbasis android, dan saya mohon pak menteri berkenan untuk melaunching”, pintanya.

Sambutan menkominfo, Drs. Rudiantara, S.Stat, MBA., negara ini didirikan dari peran serta tokoh masyarakat, para kyai dan diharapkan kedepan lulusan pesantren ini akan menjadi tokoh nasional pemimpin bangsa. Dikatakan12 tahun ke depan, Indonesia akan terjadi bonus demografi, dengan jumlah usia produktif mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan jumlah usia tidak produktif. Pada 2030, 40 % penduduk ASEAN ada di Indonesia. Dengan hal tersebut, generasi muda harus kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi khususnya penggunaan hand phone, Kami menghimbau kepada jamaah dan masyrakat telepon genggam dimanfaatkan untuk hal-hal bersifat positif.

Diibaratkan hand phone adalah pisau bermata dua bila dimanfaatkan secara baik akan berdampak positif terhadap diri kita, tetapi bila dimanfaatkan kepad hl yang tidak baik akan menikam diri kita, diharapkan jangan sampai jempol kita melebihi kecepatn dari pikiran kita. Mengingat kondisi dibeberpa derah sedang tidk kondusif dengan tegas menteri menghimbau untuk tidak menyebar luaskan konten-konten negatif yang bersifat radikalisme yang dapat membuat perpecahan. Semoga Al Mumtaz menjadi pondok pesantren terkemuka yang mampu menelurkan generasi muda positif dan berkualitas. (*tim_IKP)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas